Archive for Agustus, 2008

Selamat Jalan Nenekku

Nenek, habis magrib di Jakarta. Hati gundah tak terkira. Sekonyong bumi terasa gempa, ketika menerima telepon dari adinda, mengkhabarkan kau telah tiada.

Nenek, padahal kita habis merayakan kemerdekaan. Kau pergi menyusul kakek yang juga veteran dan tiada di tahun 80-an. Sungguh perayaan kemerdekaan kali ini jadi kesedihan, karena engkau tak sempat berpamitan. Engkau menghadap kehadirat Tuhan, sebelum datangnya Ramadhan 2008.

Nenek, ku ingat masa kecilku. Ketika ibu dan bapak menjadi guru, di suatu kawasan baru. Aku tinggal bersamamu padahal baru dua bulan umurku. Untuk menghentikan tangisku kau menetekan aku ke susu bekas ibuku. Sungguh besar jasamu dan sampai kini aku belum berbakti kepadamu.

Nenek, semoga Allah menyayangi, sebagaimana kau menyayangiku dari aku bayi. Tak ada yang bisa kulakukan kini hanya doa terhadap Ilahi. Supaya kau tak merasa sunyi menghadapi kehidupan yang abadi.

Selamat jalan nenek!

Merdeka Sejenak

Pacu Karung. Foto: Rafi TanjungSuatu kebahagiaan di negeri tercinta ini di saat-saat memperingati hari kemerdekaan. Anak-anak di RT tempat tinggalku sejak pagi sudah bersiap-siap untuk berkumpul di lapangan. Ibu-ibu juga sibuk mempersiapkan anak-anak mereka. Sedangkan Bapak-bapak harus mengalah sedikit, sarapan pagi ini agak terlambat, karena ibu lagi sibuk untuk ngurusin anak-anak yang akan ikut merayakan kemerdekaan. Read more »

Masalah Menyikapi Masalah

masalahku.jpgAku ditegur oleh seorang sahabat, “kenapa blog kamu tak pernah di update? “ Aku menjawabnya dengan senyuman. Terus dilanjutkannya; “berani ngblog ya harus diisi terus.” Dalam hatiku aku bergumam, “ya seharusnya begitu”.

Nah, hari ini aku datang. Semoga kedatanganku melepaskan kerinduan penggemarku (cie.. elah sok terkenal dan dibutuhkan). Tidak banyak yang dapat kuungkapkan hari ini. Mungkin sebuah cerita perjalanan hidup. Bahwa beberapa hari ini aku dipertemukan oleh Yang Maha Kuasa dengan orang-orang yang bermasalah dalam mengarungi kehidupan ini. Read more »